Notification

×

Iklan

Iklan

Terhindar Dari HIV/AIDS Untuk Menghasilkan Generasi Penerus Yang Sehat Dan Berkualitas

Minggu, 01 Mei 2022 | Mei 01, 2022 WIB Last Updated 2022-04-30T16:19:36Z

 Terhindar Dari HIV/AIDS Untuk Menghasilkan Generasi Penerus Yang Sehat Dan Berkualitas 

Foto Penulis : Arini Novita Ati, Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Nusa Cendana

Sarainews.Com, Pada saat ini generasi bangsa Indonesia perlu merefleksikan kembali bahaya HIV/AIDS yang diakibatkan oleh pergaulan bebas yang tidak terkontrol.

Pergaulan bebas ini menjadi suatu hal yang tidak aneh lagi di negara kita. Ditambah dengan mudahnya remaja saat ini terpengaruh dengan budaya luar dibanding dengan budaya dalam negeri dari segi teknologi dan pendidikan sehingga hal ini semakin populer di Indonesia. 

Pergaulan bebas anak zaman sekarang sangat membahayakan bagi generasi bangsa Indonesia. Persoalan AIDS menjadi masalah yang menakutkan bagi generasi bangsa Indonesia. AIDS merupakan suatu penyakit yang mematikan yang disebabkan gejala atau akibat infeksi virus HIV, virus ini bernama Human Immunodeficiency Virus (HIV), yakni virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik atau mudah terkena tumor.

Data terakhir sampai Maret 2021, menunjukkan jumlah kumulatif kasus HIV/AIDS di Indonesia sebanyak 558.618 yang terdiri atas 427.201 HIV dan 131.417 AIDS. Jumlah kumulatif kasus HIV/AIDS yang terdeteksi pada priode Januari – Maret 2021 sebanyak 9.327, terdiri atas 7.650 HIV dan 1.677 AIDS yang dilaporkan 498 kabupaten dan kota dari 514 kabupaten dan kota di Indonesia. Jumlah kasus HIV-positif sebanyak 7.650 merupakan hasil tes HIV terhadap 810.846 orang. Dari 7.650 yang terdeteksi positif HIV sebanyak 6.762 orang mendapat pengobatan ARV (antiretroviral). Obat ARV ini bukan untuk menghilangkan (virus) HIV dari dalam tubuh, tapi hanya untuk menekan laju pertambahan HIV di dalam tubuh, sehingga kondisi kesehatan orang-orang yang terdeteksi HIV-positif akan tetap terjaga. Berdasarkan kelompok umur kasus HIV-positif yang ditemukan pada periode Januari – Maret 2021 terdapat pada kelompok umur 25-49 tahun (71,3%), kelompok umur 20-24 tahun (16,3%), dan kelompok umur ≥ 50 tahun (7,9%).

Ada empat cara penularan HIV/AIDS yaitu pertama, melalui hubungan seksual dengan seorang pengidap HIV tanpa perlindungan atau menggunakan kontrasepsi (kondom). Kedua, HIV dapat menular melalui transfusi dengan darah yang sudah tercemar HIV.  Ketiga, seorang ibu yang mengidap HIV bisa pula menularkannya kepada bayi yang dikandung, itu tidak berarti HIV /AIDS merupakan penyakit turunan, karena penyakit turunan berada di gen-gen manusia sedangkan HIV menular saat darah atau cairan vagina ibu membuat kontak dengan cairan atau darah anaknya. Keempat, adalah cara melalui pemakaian jarum suntik akufuntur, jarum tindik dan peralatan lainnya yang sudah dipakai oleh pengidap HIV.

Cara melakukan pencegahan HIV/AIDS agar terhindar dari penyakit yaitu dapat melalui terapi antiretrovirus yang sangat aktif akan dapat memperpanjang rata-rata waktu berkembangannya AIDS, serta rata-rata waktu kemampuan penderita bertahan hidup. Mereka yang terdeteksi menderita HIV/AIDS akan ditangani dengan perawatan antiretrovirus (ARV) yang dapat mengurangi tingkat kematian dan parahnya infeksi HIV. Kita perlu mengetahui cara pencegahannya agar tidak terkena virus ini karena sampai dengan saat ini akses terhadap pengobatan untuk penyakit ini tidak tersedia di semua tempat.

Penyakit AIDS telah menyebar hampir seluruh dunia termasuk di Indonesia. Secara massif virus HIV/AIDS ini sangat mematikan. Virus epidemic ini sangat menganggu kesehatan dan mengancam lingkungan umat manusia. Penyakit ini juga harus disadari oleh setiap manusia, akan bahaya yang mengancam seumur hidupnya. Secara substansi, HIV/AIDS merupakan ancaman nasional yang harus dicegah sejak dini.

Karena itu, untuk mengatasi masalah penyakit HIV/AIDS yang hampir terjadi di beberapa daerah di Indonesia, maka upaya yang perlu dilakukan oleh pemerintah daerah dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yaitu harus meningkatkan  pencegahan dan sosialisasi bahaya HIV/AIDS epidemic pada tahun-tahun mendatang. Belajar dari HIV/AIDS kita bisa menginformasikan batasan-batasan yang harus diterima oleh masyarakat demi menjaga kesehatan, dan ini harus menjadi catatan pemerintah untuk menyelesaikan persoalan HIV/AIDS yang terjadi di Indonesia. Karena kualitas kesehatan masyarakat dan pemerintah adalah yang utama. Jika masyarakat mempunyai kualitas kesehatan yang baik tentunya akan menghasilkan keadaan ekonomi yang baik dan itu sangat penting sekali bagi pembangunan bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, mari peduli dengan diri kita, keluarga kita, dan orang-orang di sekitar kita untuk tetap menjaga kualitas hidup kita dan terhindar dari HIV/AIDS untuk menghasilkan generasi-generasi penerus yang sehat dan berkualitas. 

Salam Sehat!!!