Notification

×

Iklan

Iklan

Mahasiswa Prodi Agroteknologi Faperta UNDANA Kembali Melakukan kegiatan Pembuatan Pupuk Bokashi di Kelurahan Bakunase II

Sabtu, 18 Juni 2022 | Juni 18, 2022 WIB Last Updated 2022-06-18T06:05:52Z

Foto : Proses Pembuatan Pupuk Bokashi Oleh Mahasiswa Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana

Sarainews.Com-Kupang,-Mahasiswa Kelas 4 dan 5, Program Studi Agroteknogi, Fakultas Pertanian, Universitas Nusa Cendana, kembali melakukan kegiatan pembuatan pupuk bokashi yang diselenggarakan  di KUB Mater Salvatoris, Jln Asoka No. 1 Oetona, Kelurahan Bakunase II, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang.pada Sabtu,18/06/2022

Kegiatan tersebut di hadiri Agustina Etin Nahas sebagai dosen pengasuh Mata kuliah Teknologi Budidaya Tanaman .

Foto : Dosen Agustina Etin Nahas (baju Kuning) dan Mahasiswa Sebelum mencampurkan bahan-bahan pembuatan pupuk bokashi

Kegiatan berlangsung dengan pengantar dari Agustina Etin Nahas tentang “cara  membuat pupuk bokashi” , dan diikuti dengan praktek langsung. 

Sementara itu Avelina Jiju selaku mahasiswa Agroteknologi 5  yang turut hadir dalam kegiatan tersebut kepada wartawan mengaku dirinya merasa sangat senang dengan kegiatan yang di selenggarakan " Ya , Kami sebagai Mahasiswa merasa sangat senang sekali dengan kegiatan pembuatan pupuk bokashi yang ibu dosen selenggarakan karena apa, selain untuk memenuhi tugas praktikum Mata Kuliah Teknologi Tanaman kami juga mendapat bekal ilmu pengetahuan tentang bagaimana proses pembuatan pupuk bokashi ternyata sangat sederhana dan lebih cepat dari bahan organik yang mudah.Ungkapnya


Foto : Proses Pencampuran bahan pupuk bokashi (daun keladi, kotoran sapi dan sekam padi sambil memercik larutan EM4)


Dalam kesempatan tersebut juga, Agustina Etin Nahas selaku dosen pendamping menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa yang turut hadir dalam kegiatan praktikum pembuatan pupuk bokashi tersebut 

Etin juga berharap dengan adanya kegiatan praktikum ini mahasiswa bisa membuat pupuk bokashi dengan memanfaatkan limbah sisa makanan organik. Turut hadir dalam praktikum ini Angela Kasandra Luan Stefanus Hamu, Febrianus Efantri dan Soternes Haca. Menurut mereka  proses pembuatan pupuk bokashi sangat mudah dan praktis, tergantung dari bahan yang digunakan. Bokashi sudah siap dijadikan pupuk dalam tempo 7-14 hari sejak dibuat.

Adapun bahan baku yang digunakan dalam kegiatan pembuatan pupuk bokashi ini adalah 300 kg daun keladi,  20 kg sekam padi bakar, 25 kg kotoran sapi, 1 liter larutan dekomposer (EM4) dan 1 kg gula pasir. Rajang semua material organik menjadi potongan kecil, campurkan dengan kotoran sapi yang telah disiapkan, aduk hingga merata dengan sekop.  Encerkan larutan EM4, ambil 1 liter larutan campurkan dengan 10 liter air bersih dan 1 kg gula pasir. Kemudian siramkan pada campuran bahan baku sambil diaduk sampai merata. Atur kelembaban hingga mencapai 30-40%. Untuk memperkirakan tingkat kelembaban, kepalkan campuran hingga bisa menggumpal tetapi tidak sampai mengeluarkan air. Apabila kelembabannya kurang, tambahkan air secukupnya. Tutup rapat dengan terpal, diamkan hingga 7-14 hari. Kontrol suhu fermentasi hingga maksimal 45 derajat celcius , apabila melebihi suhu tersebut, aduk dengan sekop agar suhunya turun. 

Setelah 14 hari, biasanya pupuk bokashi sudah terbentuk dan bisa diaplikasikan langsung, ungkap Etin.