Notification

×

Iklan

Iklan

Rumah Kelompok OMB Wuke Rohedui Bekerjasama dengan UKAW Kupang Kembangkan Teknik Budidaya Rumput Laut Anaconda

Senin, 16 Oktober 2023 | Oktober 16, 2023 WIB Last Updated 2023-10-16T05:15:35Z

 

Rumah Kelompok OMB Wuke Rohedui Bekerjasama dengan UKAW Kupang Kembangkan Teknik Budidaya Rumput Laut Anaconda

Sarainews.com.Seba,- Rumah Kelompok Tani rumput laut OMB Wuke Rohedui Desa Jiwuwu, Kecamatan Sabu Tengah bekerjasama dengan Fakultas Perikananan dan Ilmu Kelautan Universitas Kristen Arhta Wacana (UKAW) Kupang Kembangkan Teknik Budidaya Rumput Laut Anaconda. Senin(16/10/2023)


Untuk diketahui Upaya kerjasama tersebut dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan kelangkaan bibit hampir setiap tahun yang dialami oleh para petani rumput laut di Kabupaten Sabu Raijua, kelangkaan tersebut pada umumnya  terjadi pada bulan Desember hingga April  selepas cuaca buruk  atau yang disebut masyarakat sekitar dengan musim barat. 



Akibat Kelangkaan ini juga menyebabkan tingginya harga bibit sehingga modal awal bagi petani rumput laut sanggat besar, angka kenaikan harga bisa sampai 5 kali lipat dari harga normal. 


Rumput laut sendiri bagi para masyarakat pesisir di 37 Desa yang berada di Kabupaten Sabu Raijua menjadi sektor pekerjaan utama Masyarakat, yang mana banyak masyarakat yang mengantungkan hidupnya pada pekerjaan satu ini dengan berbagai permasalahan yang di hadapi setiap tahunnya.


Ketua OMB Wuke Rohedui Bertha leba, dalam sesi pembuatan teknik anaconda bersama anggota kelompok menyampaikan bahwa persoalan kelangkaan bibit rumput laut disebabkan faktor cuaca buruk atau musim barat.


 "Permasalahan kelangkaan bibit terjadi setiap tahun, karena selepas musim barat hampir sebagian besar rumput laut hilang terkena ombak, dan saat mau mulai kembali harga sanggat tinnggi bahkan 1 tali dengan panjang 20 depa (30 Meter) sampai harga 1,2 juta di banding saat normal sekitar 250 - 300 ribu" ucapnya.

Harga yang tinggi tersebut membuat para petani mengeluarkan modal besar setiap awal musim tanam baru, keprihatinan inilah yang kemudian menjadi pekerjaan rumah bagi kelompok untuk mencari solusi bersama. 


Untuk diketahui Teknik budidaya anaconda sendiri ialah teknik yang di kembangkan  Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang (FKIP UKAW Kupang), dimulai pada awal Semptember 2023.


Selain itu Rumah Kelompok Tani OMB Wuke Rohedui yang di Fasilitasi oleh Yayasan SHEEP Indonesia melakukan kerjasama ujicoba penerapannya di Sabu Raijua, khususnya di Desa Jiwuwu Kecamatan Sabu Tengah. 


 Imanuel J. Emola, S.Pi, M.Si  selaku Dosen mewakili FKIP UKAW Kupang menyampaikan " Kami hadirkan teknik budidaya anaconda ini setelah mendapatkan penyampaian keluhan yang di sampaikan oleh Yayasan SHEEP Indoensia dan Anggota OMB Wuke Rohedui mengenai bagaimana mempertahankan bibit rumput laut, namun sebenarnya teknik ini juga bukan hanya untuk sekedar mempertahankan bibit namun juga produksi, hanya memang membutuhkan material yang cukup dan tidak semua masyarakat dapat membelinya" ucapnya.


Adapun Yayasan SHEEP Indonesia (YSI) melalui Manajer Area Sarif Hidayat menyampaikan terimakasih kepada pihak UKAW  karena telah berbagi ilmu bahkan materil sampel dengan kelompok binaannya 

" Kami sanggat menyampaikan terimakasih kepada teman-teman di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UKAW Kupang mau berbagi ilmu dan bahkan materil sampel kepada kelompok, memang betul bahwa dalam analisa OMB sendiri kebutuhan bibit dan teknik budidaya belum menemukan cara yang efektif dan efisien sehingga tanpa disadari selama ini petani rumput laut lebih banyak merugi, oleh karena itu juga menjadi Pekerjaan Rumah bagi kami dan OMB dalam Program Sekolah Lapang ini untuk menemukan solusi bersama, namun teknik ini masih terus kami di ujicoba dan pelajari bersama team FKIP UKAW Kupang untuk di perbaiki menyesuaikan sesuai kondisi di lapangan dan juga bagaimana kami mempersiapkan teknik ini nanti menghadapi musim barat, apakah mampu bertahan atau tidak masih terus kami pelajari dan modifikasi". Ungkapnya.


Sedangkan guna keberlanjutan, YSI mendorong mitra baik kelompok petani rumput laut, pemerintah desa dan juga dinas terkait turun bersama mempelajari teknik yang diharapkan menjadi solusi ketersediaan dan kelangkaan bibit yang sudah menahun ini, melalui Program Sekolah Lapang YSI mengajak kita semua memiliki pola petani pembelajar sehingga munculnya inovasi yang dapat menjawab masalah, dan juga sinergitas yang sanggat penting agar pemberdayaan bagi masyarakat dapat dikuatkan dan berkelanjutan.(Tim)