Notification

×

Iklan

Iklan

Bos Taksi Gogo "Utus" Oknum Anggota Brimob Tarik Mobil Karena Tunggak Setoran

Jumat, 02 April 2021 | April 02, 2021 WIB Last Updated 2021-04-02T05:02:25Z


Sarainews-Kupang,- Salah satu oknum anggota Brimob Polda NTT berinisial DN yang diduga menjadi beking membantu Pemilik Taksi Gogo Calvin Gontani melakukan penarikan unit yang sedang beroperasi, dikarenakan sopir yang membawa taksi tersebut terkendala soal penyetoran kepada perusahaan. 

Hal ini terungkap, Selasa 2 Maret 2021 pukul 11.56 wita  ketika Rudi (40 tahun) yang membawa mobil perusahaan Taksi Gogo dengan plat DH 1791 HE Daihatsu Sigra didatangi dikediamannya di jalan Tamrin Kelurahan Fatululi Kota Kupang NTT oleh DN yang hendak menarik mobil tersebut. Kepada wartawan Rudi mengaku bahwa dirinya sebelumnya diberhentikan oleh pemilik Taksi Gogo Calvin Gontani lewat pesan WhatsApp karena tidak menyetor uang setoran. 

"Di offkan saja itu. Masih banyak yang cari mobil. Itu spanduk lowongan driver pasang lagi saja," bunyi WA dari Calvin yang diteruskan Iwan pengelola Gudang Taksi Gogo Kepada Rudi.

Tidak puas dengan pemberhentian sepihak dari pemilik taksi Gogo, Rudi memyampaikan kepada Iwan sebagai pengurus kendaraan Plat hitam dari manajemen Taksi Gogo, agar bertemu pemilik Taksi Gogo Calvin Gontani  untuk  bisa menjelaskan  persoalan alasan dirinya tidak menyetor. Dan saat itu juga  dirinya masih membawa Gogo Taksi dengan nomor polisi DH 1791 HE. 

"Tiba-tiba oknmum anggota Brimob  DN telpon beta (Saya) terus dia mengaku bertugas di Brimob dan hendak bertemu terkait persoalan tersebut dan menanyakan alamat rumah. Saya jadi aneh kok ini masalah internal antara saya dan perusahaan kok tiba-tiba oknum Anggota Brimob DN minta bertemu atas perintah bos Kelvin untuk mengurus masalah ini," jelas Rudi.

Pantauan Wartawan, Selasa 2 Maret 2021 pukul 11.56 wita  Oknum DN menyampaikan bahwa dirinya dimintai tolong oleh bos kelvin untuk mengurus persoalan ini. 

"Beta (Saya) dapat Wa dari bos tolong  bantu urus permasalahan dibawah (taksi gogo) Iwan (pengurus gudang taksi gogo) dengan sopir (Rudi) ada masalah soal setoran," jelas DN di rumah Rudi.

Ketika ditanya wartawan sebaggai anggota brimob  yang sudah tentu tugasnya sebagai abdi negera.DN menjelaskan dirinya datang untuk menanyakan ada permasalahan apa, sehingga dirinya bisa menyampaikan ke bos. 

Pada kesempatan itu, Sopir Rudi menyampaikan bahwa  dirinya mengalami persoalan dengan perusahaan tiba-tiba kaka (DN) datang mengaku sebagai anggota Brimob. Berarti menurut analisa Rudi yang buta akan masalah hukum DN datang ke rumah karena di telpon Iwan berarti DN ini bekingan dari Bos Celvin.

Oknum Anggota Brimob  DN menjelaskan itu menurut analisa Kaka (Rudi) yang pasti sebelum taksi Gogo bos (Calvin) punya Timor taksi ketika Timor taksi di Kounino dirinya disitu setelah pindah Taksi Gogo saya gabung tapi jarang.

Ketika ditanya Wartawan bahwa masalah ini adalah perusahaan dan Rudi ketika DN sebagai oknum anggota Brimob datang ke rumah Rudi untuk mengurusi masalah tersebut.Dikatakan DN bahwa dirinya datang kesini atas permintaan bos agar bisa membantu menyampaikan unek-unek yang dialami ke bos.

DN mengaku disuruh oleh Calvin Gotanhi selaku bos dari taksi Gogo untuk menarik unit mengatakan bahwa pekerjaan itu baru dilakukan karena dirinya berteman dengan Calvin dan dengan niat untuk membantu sebagai seorang teman.

Setelah menjelaskan panjang lebar akhirnya Rudi dalam kesempatan itu tidak menyerahkan Mobil yang dibawa kepada DN karena yang bersangkutan bukan bagian dari perusahaan.Terkait Oknum anggota Brimob Polda NTT yang diduga membeking Bos Taksi Gogo dalam penarikan mobil bila  terkendala pembayaran setoran ke perusahaan. Dansat Brimob Polda NTT ketika dikonfirasi lewat ajudannya menjelaskan konfirmasi tersebut lewat kasi Intel.

Kasi Intel Brimob Polda NTT, Robbi Ndu Ufi membenarkan  bahwa DN adalah anggotanya yang bersangkutan  dan bebas untuk berteman dengan siapapun tanpa dibatasi.

"Pak DN hubungannya dengan pak Calvin ini teman jadi minta tolong DN bantu urus bukan berarti beking karena tidak ada diupah disitu,"ujar Robbi.

Sedangkan DN yang hadir juga pada saat itu bersama Sopir Rudi mengaku kalau itu adalah murni bantuan sebagai seorang teman dan pihaknya tidak pernah mengeluarkan sesuatu yang menyakiti sopir Rudi.

"Katong (saya) diminta tolong, ya Katong membantu lah. Kan tidak salah Beta pi bicara baik-baik," tuturnya.

DN juga mengatakan bahwa pada waktu itu dirinya tidak melakukan kesalahan dan Ia sempat menawarkan Rudi untuk bertemu langsung dengan Calvin karena Itu adalah masalah internal mereka dan dirinya  pun pamit pulang tanpa membawa unit mobil tersebut.

Dikatanya DN,  bahwa sebelumnya ia tidak pernah terlibat hal-hal seperti itu dan itu adalah kali pertamanya membantu Calvin.

Pemilik Taksi Gogo, Calvin Gontani dikonfirmasi via WhatsApp, Senin 29 Maret 2021 pukul 20.25 Wita terkait pemecatan Sopir Rudi lewat WA tidak merespon.

Calvin Gontani, Selasa 30 Maret 2021, ketika dikonfirmasi di kantor Gogo tidak berada ditempat oleh salah seorang  operator yang bernama Satria menyatakan bahwa pimpinan lagi ke jogja.

Pada kesemptan itu Satria  menjelaskan  uang pesangon tidak di dapatkan oleh sopir sebab sopir bukan karyawan melainkan mitra kerja sehingga apabila berhenti maka kemitraannya dengan taksi Gogo pun berakhir.

Dikatakan Satria bahwa pihaknya tidak pernah melakukan aksi pemaksaan pada sopir untuk mengembalikan unit mobil dan mengaku pihaknya tidak mengenal oknum yang berinisial DN yang mengaku sering digunakan oleh pihak dari taksi Gogo dalam menarik unit.*(Tim)