Notification

×

Iklan

Iklan

Mahasiswa Prodi Agroteknologi, Faperta Undana Kembali Melakukan Praktikum POC dari Daun Kelor dan POC Tinggi Kalsium dari Cangkang Telur di Kelurahan Bakunase II

Selasa, 06 Juni 2023 | Juni 06, 2023 WIB Last Updated 2023-06-06T07:37:36Z

Gambar: Foto besama Mahasiswa Kelas Agroteknologi 4 dan Kelas Agroteknologi 5 dengan Dosen pendamping Agustina Etin Nahas


Sarainews-Kupang,-Mahasiswa Kelas Agroteknologi 4 dan Kelas Agroteknologi 5, Semester 4, Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Nusa Cendana, kembali melakukan kegiatan praktikum “Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Daun Kelor dan Pupuk Organik Cair Tinggi Kalsium dari Cangkang Telur”, yang diselenggarakan di Kelurahan Bakunase II, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang. Kegiatan tersebut dipandu secara langsung oleh Agustina Etin Nahas sebagai dosen pengampu Mata Kuliah Teknologi Budidaya Tanaman pada Sabtu, 03Juni 2023, dari pukul 08.00-11 Wita.

Kegiatan berlangsung dengan pengantar dari Agustina Etin Nahas tentang "tujuan kegiatan praktikum dan cara membuat “Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Daun Kelor dan Pupuk Organik Cair Tinggi Kalsium dari Cangkang Telur”, dan diikuti dengan praktek langsung. 


Tesa Margareta Tehe Nubein mahasiswi kelas Agroteknologi 4 dan Miona Sydel Uli mahasiswi kelas Agroteknologi 5 yang turut hadir dalam kegiatan tersebut kepada wartawan mengaku mereka merasa termotivasi dengan kegiatan praktikum ini, “ Ya kami sebagai mahasiswa merasa senang dan termotivasi dengan kegiatan ini, selain mendapat ilmu pengetahuan juga dapat memenuhi nilai tugas praktikum pada Mata Kuliah Teknologi Budidaya Tanaman pada semester genap Tahun Akademik 2022/2023 ini.
“Langkah kerja pembuatan pupuk organik cair dari daun kelor dan pupuk organik cair tinggi kalsium dari cangkang telur sangat mudah dan praktis. Selain bahannya mudah diperoleh, harganya murah. Adapun manfaat daun kelor adalah sebagai pupuk organik cair untuk pemenuhan unsur hara dalam tanah, karena ekstrak daun kelor mengandung hormon sitokinin yang dapat merangsang pertumbuhan dan perkembangan bagi tanaman, sedangkan manfaat cangkang telur adalah sebagai sumber nutrisi bagi tanaman yang dapat merangsang pertumbuhan akar dan pucuk tanaman serta mencegah keguguran bunga pada tanaman”, kata Etin. 
Pembuatan Pupuk Organik Cair Dari Daun Kelor
Alat dan bahan: cobek dan lumpang besi, botol plastik berukuran 1,5Liter, saringan, timbangan duduk, centong, ember, daun kelor 1 kg, gula pasir 1 ons, gula merah 1 ons, 5 tutup botol bagian luar larutan EM4 dan air bersih 3 liter. 
Langkah Kerja: haluskan daun kelor dengan menggunakan cobek dan lumpang besi, peras daun kelor yang sudah dihaluskan tersebut dan saring untuk diambil airnya. Masukkan air daun kelor tersebut ke dalam ember yang berisi air bersih 3 liter dan tambahkan dengan gula pasir 1 ons, gula merah 1 ons, dan 5 tutup botol bagian luar larutan EM4. Aduk semua bahan hingga merata. Setelah semuanya tercampur dengan baik, POC siap dipindahkan ke botol plastik berukuran 1,5 Liter, usahakan botolnya tidak diisi penuh, agar ada ruang untuk udara karena akan mengeluarkan gas dan setiap hari dibuka tutup botol tersebut untuk mengeluarkan gas, simpan di tempat teduh dan prosesnya ditunggu sekitar 7-10 hari. Untuk mengetahui pupuknya sudah jadi, maka saat dibuka tutup botolnya tdk mengeluarkan gas lagi dan siap diaplikasikan ke tanaman. 


Gambar: Proses Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Daun Kelor


Pupuk Organik Cair Tinggi Kalsium Dari Cangkang Telur
Alat dan bahan: cobek dan lumpang besi , botol plastik berukuran 1,5Liter, ember, centong, sendok makan orang dewasa, bokor kecil, kompor dan panci, cangkang telur 10 sendok makan orang dewasa, air bersih sebanyak 2 liter, 10 tutup botol bagian luar larutan EM4, dan larutan molase (gula pasir dan gula merah masing-masing 5 sendok makan orang dewasa). 
Langkah Kerja: tumbuk cangkang telur hingga halus menggunakan cobek dan lumpang besi, didikan air sebanyak 5 gelas dan tambahkan gula pasir dan gula merah masing-masing 5 sendok makan orang dewasa hingga menjadi larutan molase, campurkan ketiga bahan tersebut : cangkang telur sebanyak 10 sendok makan orang dewasa, 10 tutup botol bagian luar larutan EM4, dan larutan molase (gula pasir dan gula merah sebanyak 10 sendok makan orang dewasa ke dalam ember yang sudah diisi air bersih sebanyak 2 liter, setelah semua bahan tercampur merata, pindahkan ke wadah botol plastik berukuran 1,5Liter, usahakan botolnya tidak diisi penuh, agar ada ruang untuk udara karena akan mengeluarkan gas dan diusahakan setiap hari dibuka tutup botol tersebut untuk mengeluarkan gas, simpan di tempat teduh dan prosesnya ditunggu sekitar 7-10 hari. Untuk mengetahui pupuknya sudah jadi maka saat dibuka tutup botolnya tdk mengeluarkan gas lagi dan sudah beraroma tape.





Gambar : Proses Pupuk Organik Cair Tinggi Kalsium dari Cangkang Telur


Dalam kesempatan tersebut juga, Agustina Etin Nahas selaku dosen pendamping praktikum menyampaikan terima kasih kepada seluruh mahasiswa/I baik kelas Agroteknologi 4 maupun kelas Agroteknologi 5 yang turut hadir dalam kegiatan praktikum ini, semoga kegiatan praktikum ini dapat menambah wawasan dan meningkatkan skill bagi mahasiswa khususnya membuat pupuk organik cair dari daun kelor dan pupuk organik cair tinggi kalsium dari cangkang telur dengan memanfaatkan bahan organik yang tersedia di sekitar kita yang tentunya ramah lingkungan. 

Turut hadir dalam praktikum ini Ketua tingkat kelas Agroteknologi 4: Angelina Thesalonika Buantara dan kelas Agroteknologi 5 : Maria Yuttania Koamesah. Menurut mereka proses pembuatan pupuk organik cair dari daun kelor dan pupuk organik cair tinggi kalsium dari cangkang telur ternyata sangat mudah dan praktis, semoga dapat bermanfaaf bagi semua pihak yang membutuhkannya.