Sarainews.com,Sabu Raijua– Pengurus Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Sabu Raijua menggelar Rapat Kerja (Raker) perdana periode 2026–2030 di Aula UPTD SMP Negeri 1 Sabu Barat, Senin (13/7/2026). Rapat kerja yang diikuti pengurus, pemilik klub, pelatih, atlet, dan wasit berlisensi itu bertujuan menyusun program kerja, memperkuat sistem pembinaan, serta menetapkan arah pengembangan bola voli di Kabupaten Sabu Raijua selama lima tahun ke depan.
Kegiatan tersebut dihadiri Pengurus Provinsi PBVSI Nusa Tenggara Timur, Ketua Harian KONI Kabupaten Sabu Raijua Melky Kana, Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua yang diwakili Asisten II Sekretariat Daerah Victor Rada Muri, S.H., serta seluruh unsur pembinaan bola voli di Kabupaten Sabu Raijua.
Sekretaris Umum PBVSI Kabupaten Sabu Raijua, Jefrison Hariyanto Fernando mengatakan rapat kerja merupakan langkah strategis untuk menyatukan visi organisasi sekaligus menjadi pedoman pelaksanaan seluruh program kerja PBVSI selama masa kepengurusan 2026–2030.
“Rapat kerja ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi kompas bagi seluruh pengurus dalam menjalankan organisasi selama periode 2026–2030. Melalui forum ini kita menyatukan visi, menyusun program yang realistis, serta memastikan setiap kegiatan benar-benar menjawab kebutuhan pembinaan bola voli di Kabupaten Sabu Raijua,” ujarnya.
Menurut Manejer Tim Bola Voli IGEMSAL itu, seluruh program yang telah dirumuskan harus dilaksanakan secara konsisten melalui kolaborasi antara pengurus, klub, pelatih, wasit, atlet, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Keberhasilan PBVSI tidak hanya diukur dari banyaknya turnamen yang dilaksanakan, tetapi juga dari lahirnya atlet-atlet berkualitas, wasit yang profesional, pelatih yang kompeten, serta tata kelola organisasi yang semakin baik. Karena itu, hasil rapat kerja ini harus menjadi pedoman bersama dalam setiap langkah dan keputusan organisasi ke depan,” tegasnya.
Menurutnya ada empat program utama PBVSI yaitu penataan sistem organisasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan bagi pelatih dan wasit, peningkatan prestasi melalui penyelenggaraan kompetisi usia dini dan persiapan sarana prasarana dan pembinaan atlet menuju PON 2028.
Lebih lanjut menurut pria yang akrab disapa Nando itu, setelah dilantik beberapa bulan yang lalu, PBVSI Kabupaten Sabu Raijua telah melakukan kegiatan pelatihan wasit dan upgrade wasit serta melakukan registrasi club sebagai bagian dari dua program utama yaitu pembenahan organisasi dan peningkatan sumber daya manusia.
Kedepan ia berharap semua pelatih club yang ada di Sabu Raijua harus memiliki lisensi pelatih sehingga sala satu program yang akan dirancang adalah melaksanakan pelatihan pelatih bagi klub-klub yang ada di bawa naungan PBVSI Kabupaten Sabu Raijua.
"Kedepan club wajib memiliki pelatih yang berlisensi, sehingga kita akan buat program pelatihan pelatih " harapnya
Ketua Harian KONI Kabupaten Sabu Raijua, Melky Kana, mengapresiasi pengkab PBVSI Sabu Raijua sebagai cabang olahraga (Cabor) pertama di bawah naungan KONI Sabu Raijua yang melaksanakan rapat kerja pada kepengurusan baru dan rapat kerja ini dihadiri langsung oleh pengprov PBVSI Nusa Tenggara Timur
Ia berharap langkah tersebut dapat menjadi contoh bagi cabang olahraga lainnya.
"Saya menyampaikan terimakasih dan mengapresiasi yang setinggi-tingginya kepada pengkab PBVSI kabupaten Sabu Raijua karena ini satu-satunya Cabor yang melakukan Rapat Kerja"
Menurut Melky, Rapat kerja merupakan fondasi organisasi. Ada tiga agenda penting yang harus dijalankan, yakni penyusunan program kerja, monitoring, dan evaluasi. Ketiga agenda tersebut harus dipahami dengan baik agar setiap program benar-benar menjawab kebutuhan PBVSI.
Melky mengakui bahwa tidak semua program akan berjalan sesuai rencana. Namun, menurutnya, setiap tantangan harus dijadikan sebagai proses pembelajaran untuk terus memperkuat organisasi.
Ia juga berharap agar para pelatih untuk lebih serius melakukan pembinaan atlet sejak usia dini.
“Tugas pelatih bukan hanya melatih teknik bermain, tetapi juga menemukan permata-permata tersembunyi yang dimiliki Sabu Raijua agar dapat berkembang menjadi atlet berprestasi,” ujarnya.
Sementara itu, Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Sabu Raijua, Victor Rada Muri, S.H., menyampaikan apresiasi Bupati dan Wakil Bupati Sabu Raijua atas terselenggaranya rapat kerja PBVSI. Menurutnya, pemerintah daerah mendukung penuh upaya PBVSI dalam meningkatkan prestasi olahraga bola voli.
Ia menegaskan bahwa pembinaan atlet usia dini, peningkatan kualitas wasit, serta penguatan kapasitas organisasi harus menjadi fokus utama PBVSI.
“Prestasi tidak lahir dari sebuah pertandingan semata. Prestasi dibangun melalui proses pembinaan yang berkelanjutan, organisasi yang kuat, pelatih yang berkualitas, dan wasit yang profesional,” tegas Victor.
Melalui rapat kerja perdana ini, PBVSI Kabupaten Sabu Raijua diharapkan memiliki arah kebijakan yang jelas dalam menjalankan program organisasi, memperkuat pembinaan atlet, meningkatkan kualitas sumber daya manusia olahraga, serta melahirkan prestasi yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Sabu Raijua di tingkat provinsi maupun nasional.
