![]() |
| Gambar : Foto bersama pengurus GPS dengan anak-anak yatim piatu |
Sarainews.Com- Sabu Raijua – Yayasan Generasi Peduli Sabu Raijua (GPS) genap berusia 11 tahun pada 2 Juni 2026. Sejak didirikan pada tahun 2015 oleh Jefrison Hariyanto Fernando dan Yulius Boni Geti, yayasan ini terus berkomitmen melayani masyarakat melalui program-program di bidang sosial, pendidikan, dan kebudayaan.
Selama 11 tahun berkarya, Yayasan GPS telah membantu sekitar 1.060 anak yatim piatu di Kabupaten Sabu Raijua melalui berbagai kegiatan sosial yang dilaksanakan secara berkelanjutan bersama Gereja GMIT. Perayaan HUT ke-11 yayasan dilaksanakan bersama 30 anak yatim piatu di Gereja Kemah Ibadah Jiwuwu, Desa Jiwuwu, Kecamatan Sabu Tengah, dengan penyaluran bantuan berupa perlengkapan sekolah, kebutuhan kebersihan, dan sembako.
Ketua Yayasan GPS, Jefrison Hariyanto Fernando, mengatakan bahwa pelayanan kepada anak yatim piatu merupakan bagian dari komitmen yayasan untuk menghadirkan kepedulian dan menumbuhkan semangat berbagi di tengah masyarakat.
Selain mendampingi anak yatim piatu, Yayasan GPS juga aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan, mulai dari penyaluran masker dan vitamin saat pandemi Covid-19, bantuan bagi masyarakat terdampak Badai Seroja tahun 2021, pembangunan fasilitas air bersih bersama Humanity First pada tahun 2023, hingga menghadirkan bantuan alat sentrifugasi dari program CSR PT Bio Farma untuk UPTD RSUD Sabu Raijua pada tahun 2025.
Di bidang pendidikan, Yayasan GPS mengembangkan rumah baca dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM), memberikan bantuan perlengkapan sekolah, serta menyelenggarakan program bimbingan belajar Bahasa Inggris gratis bagi anak-anak melalui Rumah Inspirasi Tunas Baru di Desa Bolua, Kecamatan Raijua.
Sementara itu, di bidang kebudayaan, Yayasan GPS aktif melakukan pendokumentasian budaya, penelitian, penulisan buku, pembuatan film dokumenter, pelatihan menulis cerita rakyat, serta pembinaan Sanggar Anak Legenda dan Sanggar Niki Deo sebagai wadah pengembangan seni dan budaya generasi muda Sabu Raijua.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat literasi dan pelestarian budaya daerah, Yayasan GPS akan berkolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua dalam penyelenggaraan Festival Seni, Literasi Budaya, dan Pameran Pangan Lokal pada 24–26 Juli 2026.
Sementara itu Mewakili anak-anak penerima manfaat, Majelis Batron Kirpatrik Fina menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Yayasan GPS atas perhatian dan kepedulian yang telah diberikan selama ini.
“Bantuan yang kami terima bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan kami, tetapi juga memberikan semangat dan harapan untuk terus belajar, meraih cita-cita, dan menjadi generasi yang berguna bagi keluarga, gereja, masyarakat, serta daerah Sabu Raijua. Kami mengucapkan terima kasih kepada Yayasan GPS dan semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Kiranya Tuhan memberkati setiap pelayanan dan karya yang dilakukan untuk masyarakat,” ujar Batron.
Melalui berbagai program yang telah dijalankan selama 11 tahun terakhir, Yayasan GPS terus berupaya menjadi mitra masyarakat dalam mendorong peningkatan kualitas hidup, penguatan literasi, serta pelestarian budaya lokal di Kabupaten Sabu Raijua.
