Notification

×

Iklan

Iklan

Pandemi Covid-19 dan Dilema Pendidikan Anak

Selasa, 26 April 2022 | April 26, 2022 WIB Last Updated 2022-04-26T14:14:39Z

 

Foto Penulis : Priska Marsela Bella


Pandemi Covid-19 merupakan musibah yang memilukan seluruh penduduk di bumi. Seluruh kehidupan manusia di bumi terganggu, tanpa kecuali pendidikan, sehingga kita harus siap-siap menghadapi ini karena adanya Covid-19 ini  dapat menyebabkan perubahan drastic terhadap pendidikan.

Proses pembelajaran di sekolah merupakan kebijakan public terbaik sebagai upaya peningkatan pengetahuan dan skill. Adapun banyak siswa yang menganggap bahwa sekolah adalah kegiatan yang sangat menyenangkan karena mereka bisa berinteraksi satu sama lain. Sekolah dapat meningkatkan keterampilan sosial dan kesadaran kelas sosial siswa. Sekolah secara keseluruhan adalah media interaksi antar siswa dan guru untuk meningkatkan kemampuan intelegensi, skill dan rasa kasih sayang di antara mereka. Tetapi sekarang kegiatan yang bernama sekolah berhenti dengan tiba-tiba karena gangguan Covid-19.

Ada kerugian mendasar bagi siswa ketika terjadi penutupan sekolah ataupun kampus. Banyak ujian yang mestinya dilakukan oleh siswa pada kondisi normal, sekarang mendadak karena dampak Covid-19, maka ujian dibatalkan ataupun ditunda. Penilaian internal bagi sekolah mungkin menanggap kurang urgent tetapi bagi keluarga siswa informasi penilaian sangat penting.

Adapun kasus lain mahasiwa di Perguruan Tinggi yaitu adanya pembelajaran daring atau pembelajaran yang dilakukan secara online menggunakan aplikasi maupun jejaring sosial. Beberapa permasalahan dalam pembelajaran daring ini adalah implementasi dari pembelajaran itu sendiri yang menyulitkan mahasiswa. Banyak mahasiswa yang mengeluhkan tugas yang banyak yang diberikan dalam waktu yang singkat tanpa adanya materi yang cukup sehingga mereka kewalahan dalam menyelesaikan tugas-tugas tersebut. Bahkan aplikasi-aplikasi pendukung seperti Whatsapp, e-learning, dan juga zoom masih membingungkan bagi mahasiswa karena masih merupakan hal yang baru yang secara tiba-tiba harus diterapkan karena situasi pandemic Covid-19 saat ini.

Perkuliahan daring memang membutuhkan adaptasi dan usaha agar dapat berjalan dengan lancar. Selain itu dibutuhkan usaha untuk memahami materi yang disampaikan secara lisan menjadi tulisan atau video. Namun sejalan dengan itu adanya beberapa keluhan yang dirasakan oleh para siswa dan mahasiswa, di antaranya ada yang mulai merasa bosan dengan metode pembelajaran daring, kehabisan kuota, dan jaringan internet yang terkadang lelet. Untuk itu salah satu harapan mahasiswa adalah dosen yang memahami situasi dan kondisi mahasiswa dan pandemi Covid-19 ini segera berakhir.

Dengan adanya pandemi Covid-19 ini pemerintah memberikan kebijakan untuk membatasi aktivitas di luar rumah sampai meredanya pandemi ini. Adapun hal ini dimaksudkan utuk mencegah penyebaran virus corona itu sendiri. Selain itu masyarakat juga diharapkan untuk mentaati protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah dengan menerapkan 3M yaitu menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan menggunakan sabun di air yang mengalir. Diharapkan dengan dilaksanakannya 3M ini dapat mengurangi penyerang virus corona di sekitar kita.

Penulis : Priska Marsela Bella